SEKILAS PERJALANAN – YAYASAN PENDIDIKAN PERMATA HATI
Seluruh pemasukan dari sekolah ini digunakan untuk berinvestasi kembali, diantaranya untuk membeli rumah di RC 1/16 (kemudian dijual untuk membangun SD Permata Hati) kepada Developer. Dengan berjalannya waktu, TK Islam Permata Hati menjadi ”leader” di lingkungan perumahan Dasana Indah dan sekitarnya. Jumlah muridnya 90 murid lebih, setiap tahunnya. Dengan semakin banyaknya lulusan TK, banyak orang tua yang mengharapkan Yayasan mendirikan SD, karena sekolah dasar negeri yang bermutu jauh letaknya (Cikokol) dan alternatif swasta yang ada (Islamic Village) cukup mahal (uang masuk: Rp. 4,5 – 7 juta), maka ditekadkan untuk membangun SD Permata Hati (2001).
Karena terlambat dalam pembuatan keputusan (sudah akhir penerimaan murid baru) dan hanya berlokasi di rumah (RC 1/16) –belum ada gambaran akan memiliki gedung)-, pada awal pendiriannya SD Permata Hati di tahun 2001 hanya mendapatkan murid 5 orang (kemudian tinggal 4, karena 1 mengundurkan diri).
Dengan bantuan pak Lurah yang anaknya bersekolah di TK Permata Hati, pada tahun 2001 tersebut dibeli tanah 2000 m2 (akhirnya menjadi 2245 m2 di dekat gerbang Perumahan Dasana Indah (pada awalnya terpisah dan tidak ada akses jalan dari perumahan). Tahun 2002, dengan menjual rumah RC 1/16, pinjaman dari BTN dan uang PHK Sdr. Laode Budi Utama dari RCTI, menjual mobil dinas (diperoleh bagian dari PHK RCTI) dan seluruh dana Penerimaan Murid Baru SD dan TK plus pinjaman dari teman lama (kerja di Kedubes China), maka didirikan tiga kelas untuk SD Permata Hati. Dan atas musyawarah warga, kepada Developer diminta untuk memberikan akses jalan. Ditambah dukungan dari Bupati dan aparat pemerintah di bawahnya, maka akhirnya sekolah ini mendapatkan akses jalan dari dalam perumahan dan mendapat alamat dari Developer di dalam perumahan, yaitu Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 1.
Tags:News Sekolah Permata Hati




